Retting Batang

Tempat perendaman : Kolam, Parit/sungai kecil, petak sawah yg tanggulnya ditinggikan

Ikatan batang kenaf di masukan dalam tempat perendaman secara teratur setebal 3- 5 ikat, agar batang terendam air (air mengalir pelan akan menghasilkan serat yg baik), tumpukan batang dijepit dengan bambu/ kayu yg diikat pada patok bambu/ kayu

 

 

Perendaman selesai / serat masak :

  • Kulit berubah menjadi serat yang terurai
  • Kulit/serat mudah dikelupas dari batang
  • Bagian pangkal sudah matang

Masak tepat : rendemen serat 4-5 %, produksi optimal, kualitas serat bagus
Masak Berlebih : Serat rapuh, produksi turun
Kurang masak : Banyak serat masih menempel dalam kulit, serat kaku dan berkulit, kualitas serat jelek, serat dikelupas, dicuci dan dijemur

Retting Kulit

Tempat perendaman : Kolam terpal

Batang Kenaf dikelupas kulitnya dengan alat Ribonner  Tradisional, maupun Mesin Ribboner  (Lihat Decortication)
Kulit kenaf diikat/ dibundel kemudian direndam secara teratur dalam kolam, bak perendaman dengan  aliran air pelan.

Kolam perendaman dibuat semi permanen berbahan terpal  dengan rangka baja ringan, diberkan sekat asbes agar tahan lama lebih baik.

 

Waktu perendaman sekitar 7 – 10 hari,  serat Masak langsung dicuci dan dijemur

 

 

 

 

Retting Embun

Teknologi retting embun ini dikembangkan tim peneliti Balittas sejak 2012 dengan menggunakan jasa mikroorganisme berupa jamur dan bakteri yang dapat mendegradasi pectin, hemiselulosa, dan lignin.

Teknologi ini menggunakan jasa mikroorganisme selektif yang berfungsi mendegradasi komponen-komponen yang mengikat serat sehingga proses fementasi ini dapat menghasilkan serat.  Proses ini tidak memerlukan air yang banyak untuk perendaman batang kenaf, hanya memerlukan kondisi yang tepat untuk mikroba-mikroba bekeja dengan baik,

 

Teknologi retting embun ini memiliki banyak kelebihan antara lain menggunakan mikroorganisme selektif pendegradasi pectin, lignin, dan hemiselulosa sehingga mengurangi terjadinya kemungkinan degradasi selulosa. Metode ini dapat diterapkan di wilayah pengembangan kenaf yang potensial tanpa tergantung ketersediaan air untuk proses retting.  Selain itu, metode ini tidak mencemari lingkungan.

 

Penjemuran.
  • Serat dijemur di terik matahari
  • Serat digantung pada galah dari bambu / kayu
  • Serat kering : 3 – 5 hari  dengan kadar air : 10 – 13 %
  • Serat kering dipilah-pilah berdasarkan mutu

 

 

 

Alat dan Mesin Penyeratan.

Alsin untuk penyeratan biasanya disebut dengan ribboner. Selain itu ada yang me-nyebutnya dengan dekortikator; namun fungsinya sama yaitu memisahkan kulit batang kenaf dari kayunya,  terdapat macam ribboner, yaitu:

  • Ribboner tangan yang dioperasi-kan dengan cara manual dengan tangan,
  • Ribboner mesin yang digerakkan oleh motor bensin atau motor diesel.

Ribboner tangan terbuat dari pipa besi yang diberi bearing di kedua ujungnya, sehingga batang besi mudah berputar, atau bisa dibuat dari dua Hub roda depan sepeda membentuk twin roller (standing type).

Kulit batang dikelupas  3 atau 4 batang sekaligus Pemisahan kulit batang menggunakan ribboner tangan dimulai dengan memukul pangkal batang kenaf dengan kayu agar kulitnya terkelupas. Kulit yang sudah lepas dari
batang ini kemudian ditarik melewati  twin roller. Kapasitas alat ini mencapai 30–50 kg/jam kulit batang,

 

Decorticator, pemisahan kulit dari batang kenaf dapat dilakukan dengan menggunakan alat pe-motong batang  ribboner atau dekortikator. Alat ini digerakkan dengan motor, sehingga kapasitas kerja lebih tinggi dibanding kapasitas alat manual. Pekerja mengambil segeng-gam batang kenaf, kemudian mengatur berjajar di atas lempeng pengumpan dan mendorong batang kenaf ke dalam bagian pemukul. Akibat pemukulan ini batang kenaf terpotong menjadi potongan kecil-kecil (antara 2–5 cm), tetapi kulit batangnya tetap utuh dan didorong keluar oleh gerakan pemukul yang berputar.

 

 

 

Dalam proses retting, tentunya terdapat produk samping, bagaimana melakukan pengolahannya  agar menjadi produk yang bernilai..