Kenaf bisa tumbuh subur pada lahan yang sesuai, dengan pemeliharaan yang baik dan optimal. Tinggi tanaman optimal bisa mencapai 3,5 – 4,5 m dengan diameter batang sekitar 2 – 3 cm, serta bisa menghasilkan massa tanaman (batang plus daun) sekitar 80 – 120 ton/ha, serta produksi serat sekitar 2 – 4 ton/ha.

Pembukaan lahan
Pembukaan lahan  peruntukan Budidaya Kenaf dapat dilakukan dengan  membabat  belukar dan gulma atau menggunakan herbisida ramah lingkungan.

 

 

 

 

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dapat dilakukan  dengan cara :

    • manual dibajak/ dicangkul 2 kali atau
    • menggunakan hand tractor 2 kali membujur dan melintang.

 

 

 

Varietas Benih

    • benih berasal dari Balittas dengan varietas yang direkomendasikan
    • Varietas : Karangploso-11 (KR-11), KR-12, KR-14, KR-15, Kenafindo1 dan Kenafindo2

 

 

 

Tanam

    • 15 kg untuk luas 1 (satu) ha, sisakan benih sebanyak 10% untuk penyulaman
    • apabila tanam musin kemarau sebaiknya disiram sebelum tanam (Penyiraman I)
    • tanam ditugal dengan jarak tanam 30×10 cm
    • gunakan tambang / tali raffia untuk jarak tanam 10cm sesuai dengan lebar lahan
    • gunakan bambu/reng bambu/galah untuk arak tanam 30cm
    • benih diletakan pada lubang tugal 2-3 butir / lubang
    • tutup lubang tugal dengan tanah


Penyulaman

    • dilakukan pada 7 – 10 HST (hari setelah tanam)
    • penyulaman dilakukan dengan cadangan 10% benih yang telah disiapkan
    • penyulaman mengganti tanaman yang tidak tumbuh atau tumbuh tidak sempurna, dikerjakan dengan tugal seperti pada saat tanam

 

 

Penyiangan

    • sebaiknya dilakukan sebelum Pemupukan I (10 HST)
    • penyiangan dikerjakan dengan melihat kondisi gulma

 

 

 

 

Pemupukan I

    • diberikan 10 HST
    • apabila lahan kering, lakukan penyiraman terlebih dahulu
      (Penyiraman II)
    • diberikan 10 HST
    • apabila lahan kering, lakukan penyiraman terlebih dahulu
      (Penyiraman II)

 

Penjarangan

    • dilakukan 30 HST
    • dikerjakan sebelum Pemupukan ke II
    • penjarangan dilakukan apabila pada satu rumpun lebih dari 3, sisakan 2-3 pohon tanaman sehat, agar pertumbuhan merata

 

 


Pemupukan II

    • diberikan 30 HST
    • apabila lahan kering, lakukan penyiraman terlebih dahulu (Penyiraman III)

 

 

 

PengendalianHamadanPenyakit

    • Penyemprotan I, dilakukan pada 15 – 30 HST dengan Fungisida
    • Penyemprotan II, dilakukan pada 60 HST dengan Fungisida
    • Pengendlian hama hanya dilakukan jika terjadi serangan hama dengan penyemprotan insektisida

 

 

Penyiraman

      • Pada dasarnya penyiraman dilakukan untuk mempertahankan kelembaban tanah pada lahan kering, apabila tidak turun hujan.
      • Penyiraman I, dilakukan sebelum penanaman
      • Penyiraman II, dilakukan sebelum Pemupukan I (pada usia 10 HST)
      • Penyiraman III, dilakukan sebelum Pemupukan II (pada usia 30 HST)
      • Penyiraman IV, dilakukan pada usia 45 – 60 HST

Panen

Kreteria Panen

    • Sekitar 50 % dari populasi tanaman telah berbunga
    • Umur tanaman : 90 – 140 HST (tergantung varietas dan waktu tanam serta produk hilir yang akan dikembangkan).
  • Panen harus tepat waktu :
    • Terlalu muda, produksi serat berkurang, kekuatan serat rendah, banyak serat hilang.
    • Terlalu tua, produksi serat banyak, kekuatan serat menurun, serat rapuh, menambah waktu perendaman, bagian pangkal batang sulit terurai menjadi serat (sulit matang).

Produktivitas serat normal :

3 – 4 ton/ha,   kekuatan serat  : 30 – 35 g/tex

 

Proses lanjutan adalah proses penyeratan